Perang Tarif
Kondisi sekarang ini , dimana para provider di Indonesia mulai gencar melakukan perang tarif, baik itu provider pemula maupun provider yang sudah veteran. hal ini mereka lakukan karena mereka ingin menarik minat dari pelanggan baru agar beralih menggunakan produk mereka dan meningkatkan loyalitas pelanggan lama agar senantiasa menggunakan jasa komunikasi mereka Seperti halnya kita lihat, beberapa minggu lalu, XL mengeluarkan tarif Rp 0.1/detik, kemudian disusul IM3 mengeluarkan tarif Rp 0.01/detik.
Melihat fenomena itu, XL tidak tinggal diam, beberapa hari setelahIndosat dengan IM3 nya mengeluarkan tarif Rp 0.01/detik, XL mengeluarkan tarif percakaan yang cukup fantastis yakni Rp 600,- sampe puas bicara. IM3 yang ingin mendeklarasikan dirinya sebagai operator termurah langsung menanggapi tantangan dari XL yakni dengan mengeluarkan tarif baru Rp 0.0000000000001/detik.
Masyarakat dibuat pusing gara-gara perang tarif antar operator ini, karena sebenarnya kalau di hitung secara detail, kedua operator yakni Indosat maupun XL sebenarnya menawarkan tarif yang tidak berbeda jauh, untuk menit-menit tertentu jadang IM3 lebih murah daripada XL, kadang juga XL lebih murah daripada IM3.
Seharusnya para provider tersebut tidak hanya bersaing dalam tarif, namun seharusnya mereka bersaing dalam menyediakan kualitas layanan yang lebih baik, karena meskipun tarif paling murah, namun jika kualitas layanan makin buruk, hal itu malah akan mengecewakan pelanggannya sendiri.
Oleh karena itu, saya menyarankan kepada para operator agar tetap menjaga kulaitas layanan, jangan hanya bersaing dalam hal tarif.
-
Recent
-
Links
-
Archives
- May 2009 (1)
- March 2009 (2)
- May 2008 (1)
- March 2008 (1)
- December 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS